Memberantas
Kejahatan
Ada seekor semut besar bernama Gambo. Dia
jujur, adil, giat bekerja, dan tidak sombong. Semut-semut lainya patuh pada
Gambo.
Suatu pagi, semua semut bangun. Mereka mau
makan pagi. Akan tetapi, persediaan makan habis. Mereka saling menuduh. Suasana
menjadi gaduh.
Gambo segera datang.”Jangan berkelahi! Ada
masalah apa?’’ tanya Gambo.
Ketua kelompok semut merah, hitam, dan
cokelat berkata, “Makanan kita ada yang mencuri. Mungkin si . . . !”
“Cukup! Jangan menuduh tanpa bukti! Kita
harus menyelidikinya. Mungkin kita harus waspada,’’ kata Gambo.
Tak lama kemudian, Gambo dan ketua ketua
semut bermusyawarah. Mereka bersepakat setiap malam akan meronda.
Usai musyawarah, mereka berpencar. Mereka
pergi mencari makanan. Semut-semut kecil menunggu disarang.
Menjelang malam, semut-semut pulang ke
sarang. Mereka membawa hasil buruan. Sebagian mereka makan, sebagian lagi
mereka simpan untuk persediaan.
Usai makan, mereka meronda. Semut-semut
besar bersembunyi dibalik tumpukan makanan. Tiba-tiba seekor tikus datang. Mata
tikus itu terbelalak melihat makan. Selera makannya bangkit. Tikus itu langsung
mendekati tumpukan makanan.
“Ayo . . . , kita sergap!’’ bisik semut
Cokelat.
“Biarkan dia makan dulu!’’ usul semut
Hitam.
Tikus itu makan dengan lahap. Gambo
memberi aba-aba,”Sergap . . . !’’ teriaknya.
Semut-semut menyerang. Ada yang masuk ke lubang
telinga, ada yang menggigit kaki, mulut, dan sekujur tubuh tikus.
“Ampun, Gambo! Lepaskan aku. Aku berjanji,
tidak mencuri lagi!’’ teriak Tikus.
“Lepaskan!’’ kata Gambo.
Semut segera melepaskan gigitanya. Akan
tetapi, semut didalam telinga tikus
tidak mendengar. Mereka tetap menggigit. Akhirnya, tikus itu mati terkulai.
Semut-semut kecil pun berkata,”Bersatu
kita teguh, bercerai kita runtuh!’’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar