Minggu, 21 Oktober 2012


Memberantas Kejahatan
     Ada seekor semut besar bernama Gambo. Dia jujur, adil, giat bekerja, dan tidak sombong. Semut-semut lainya patuh pada Gambo.
     Suatu pagi, semua semut bangun. Mereka mau makan pagi. Akan tetapi, persediaan makan habis. Mereka saling menuduh. Suasana menjadi gaduh.
     Gambo segera datang.”Jangan berkelahi! Ada masalah apa?’’ tanya Gambo.
     Ketua kelompok semut merah, hitam, dan cokelat berkata, “Makanan kita ada yang mencuri. Mungkin si . . . !”
     “Cukup! Jangan menuduh tanpa bukti! Kita harus menyelidikinya. Mungkin kita harus waspada,’’ kata Gambo.
     Tak lama kemudian, Gambo dan ketua ketua semut bermusyawarah. Mereka bersepakat setiap malam akan meronda.
     Usai musyawarah, mereka berpencar. Mereka pergi mencari makanan. Semut-semut kecil menunggu disarang.
     Menjelang malam, semut-semut pulang ke sarang. Mereka membawa hasil buruan. Sebagian mereka makan, sebagian lagi mereka simpan untuk persediaan.
     Usai makan, mereka meronda. Semut-semut besar bersembunyi dibalik tumpukan makanan. Tiba-tiba seekor tikus datang. Mata tikus itu terbelalak melihat makan. Selera makannya bangkit. Tikus itu langsung mendekati tumpukan makanan.
     “Ayo . . . , kita sergap!’’ bisik semut Cokelat.
     “Biarkan dia makan dulu!’’ usul semut Hitam.
     Tikus itu makan dengan lahap. Gambo memberi aba-aba,”Sergap . . . !’’ teriaknya.
     Semut-semut menyerang. Ada yang masuk ke lubang telinga, ada yang menggigit kaki, mulut, dan sekujur tubuh tikus.
     “Ampun, Gambo! Lepaskan aku. Aku berjanji, tidak mencuri lagi!’’ teriak Tikus.
     “Lepaskan!’’ kata Gambo.
     Semut segera melepaskan gigitanya. Akan tetapi, semut  didalam telinga tikus tidak mendengar. Mereka tetap menggigit. Akhirnya, tikus itu mati terkulai.
     Semut-semut kecil pun berkata,”Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!’’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar